Mitos Tentang Guinness Kaleng Yang Berkembang di Masyarakat

Siapa sih yang tidak mengenal Guinness kaleng? Anda bisa menemukan bir ini dengan mudah di supermarket dan tempat perbelajaan lainnya. Guinness menjadi salah satu jenis bir hitam yang terbuat dari buah berry yang sudah melalui fermentasi dan juga tahap penyulingan. Bir ini cenderung mempunyai rasa yang pahit dan warna yang hitam pekat. Oleh karena itu, jenis bir ini kurang diminati oleh anak-anak muda.

Seiring dengan semakin terkenalnya bir, ada masih ada banyak pemahaman dan juga mitos yang dikaitkan dengan bir hitam. Semua itu ternyata sesuatu yang keliru selama ini. Simak beberapa penjelasannya dalam penjabaran berikut ini:

Fakta dibalik Mitos Tentang Guinness Kaleng Yang Berkembang di Masyarakat

Bir hitam sangat berbahaya bagi kesehatan

Ini merupakan sebuah mitos yang sering didengarkan dan juga merupakan mitos yang salah. Konsumsi bir hitam dalam takaran yang wajar tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan tapi justru malah bisa meningkatkan kesehatan tubuh dan juga bisa menjaga dari berbagai macam gangguan penyakit.

Ada beberapa penelitian juga yang mengatakan jika konsumsi bir hitam secara teratur bisa memberikan dampak positif pada tubuh. Hal ini karena bir hitam banyak mengandung kandungan protein dan juga vitamain yang penting untuk tubuh.

Bir semakin nikmat ketika disajikan dalam keadaan dingin

Konsumsi bir hitam Guinness Kaleng  dalam keadaan dingin memang sangat menyegarkan. Akan tetapi jika bir terlau dingin, bisa mempengaruhi cita rasa yang sebenarnya. Hal ini karena ada banyak bir yang dibuat dengan rasa yang sangatb kaya dna semakin dingin akan semakin mengurangi citarasa tersebut.

Bir hitam harus berbusa saat dituang

Bir hitam yang berbusa sangat mempengaruhi kuantitas dari bir tersebut. Ini menunjukan sebuah indikasi jika bir tidak terkontaminasi dengan udara. Semakin banyak gelembung yang dihasilkan maka semakin bagus pula kualitas dari bir tersebut.

Ragi merupakan bahan utama dalam pembuatan bir hitam

Ini merupakan sebuah mitos yang banyak beredar. Pada dasarnya, ragi bukan merupakan bahan utama dalam pembuatan bir hitam. Ragi hanya dipergunakan sebagai media katalis di dalam proses pembuatan bir. Tidak bisa dibantahkan, apabila ragi menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pembuatan ragi.

Keberadaanya akan membantu dalam mengonversikan gula menjadi alkohol. Selain itu, juga bisa memberikan citarasa yang khas dan warna yang terbaik. Akan tetapi, ragi akan disaring keluar dengan melalui proses fermentasi. Sebagian besar bir terbuat dari biji gamdum. Biji gandum ini akan membentuk gula serta enzim yang akan membantu memecahkan protein.

Membuat anggur lebh rumit prosesnya

Sebuah peryataan yang salah jika membuat anggur lebh rumit dari pada membuat bir hitam. Pada dasarnya, pembuatan bir hitam ternyata lebih rumit jika dibandungkan dengan pembuatan anggur. Hal ini karena ada banyak variable yang bisa mempengaruhi citarasa dari bir tersebut. Jadi, waktu yang diperlukan untuk menciptakan  cita rasa yang tinggi bisa membuatnya semakin rumit.

Selain berbagai macam mitos yang berkembang mengenai bir hitam di atas, masih ada banyak sekali mitos-mitos lainnya yang perlu diluruskan. Dari penjelasan tersebut juga dapat disimpulkan jika pada dasarnya bir hitam itu merupakan salah satu jenis bir yang sangat bagus dimana tidak hanya memberikan kenikmatan rasa tapi juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh asalkan Anda tidak mengosumsinya secara berlebihan. Selain itu, bir hitam juga kaya akan berbagai macam kandungan zat yang baik untuk tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *