Hindari Modifikasi Motor dan Mobil Seperti ini Agar Tidak Sanksi

Modfikasi motor dan mobil memang menjadi sebuah hobi bagi sebagian orang.Tetapi, ada peraturan yang harus diperhatikan agar tidak terkena sanksi/tilang.

Kita tahu bahwa produsen otomotif,baik motor ataupun mobil pasti dibuat sesuai standar yang berlaku.Standar yang dimaksud adalah ukuran dimensi , kapasitas mesin, perlengkapan kendaraan hingga warna bodi motor.

Tetapi, bagi seorang pencinta motor,terkadang melihat motor standar dari pabrik terasa tidak memuaskan. Hal ini yang membuat mereka berinisiatif untuk memodifikasi bodi kendaraan mereka sendiri.Mulai dari modifikasi ringan hingga besar rela dilakukan agar kendaraan lebih menarik dan lajunya menjadi cepat.

Mungkin dulu banyak sebagian orang yang memodifikasi kendaraan mereka sesuai dengan keinginan mereka.Tetapi kini kita perlu berhati-hati ketika ingin melakukan modifikasi motor dan mobil. Karna, ada aturan yang menyangkut modifikasi kendaraan agar tetap aman dan nyaman.

Memodifikas kendaraan seperti apa yang dianggap melanggar aturan? Lalu,apa saja sanksi atau hukuman yang diberikan kepada orang yang terbukti melanggar aturan tersebut? Agar lebih jelas, yuk kita simak hal-hal apa saja yang dapat membuat kita terkena sanksi terkait memodifikas kendaraan serta detail sanksinya dibawah ini!

Memodifikasi Motor dan Mobil yang Melanggar Aturan

Mengubah Dimensi Motor dan Mobil

Mengubah dimensi motor dan mobil berarti mengubah ukuran panjang, lebar kendaraan.apabila anda melakukan modifikasi seprti ini, tentu akan menjadi sasaran bagi polisi karena melanggar peraturan yang berlaku.

Pada saat produksi ukuran motor dan mobil telah disesuaikan dan di cek dengan seksama agar kendaraan tersebut layak dikendarai. Memodifikasi ukuran motor atau mobil diperbolehkan asalkan langsung melakukan uji kelayakan di instansi yang berwenang.

Merubah Kapasitas Mesin

Merubah kapasitas mesin atau bisa juga disebut bore-up sering dilakukan ketika melakukan modifikasi. Tujuanya tak lain agar motor dan mobil semakin cepat. Mobil dan motor yang tadinya memiliki kecepatan yang biasa, setelah di-bore up akan jadi lebih cepat saat melaju dijalan.

Meskipun begitu, kalian dilarang merubah kapasitas mesin. Karena untuk melindungi keselmatan anda saat berkendara.

 

Merubah Warna Kendaraan

Kalian pasti mempunyai keinginan untuk mengecat ulang warna kendaraan? Bisa saja tetapi Anda wajib mematuhi peraturan modifikasi motor dan mobil berupa larangan mengubah warna motor dan mobil yang tercantum di STNK.

Jadi misalkan warna motor di STNK tertulis merah, maka warna yang harus kalian gunakan saat pengecatan ulng adalah merah. Kalau kalian menggantinya dengan warna yang lain, itu artinya melanggar aturan dan siap kena sanksi/tilang.

Mengganti Knalpot

Mengganti knalpot dengan suara yang lebih keras dapat mengganggu pengendara lainnya. Inilah alasanya kenapa mengganti knalpot itu dilarang. Di sisi lain, tidak semua knalpot aftermarket memiliki kemampuan menyaring gas buang sebagai knalpotbawaan. Sebab, memodifikasi knalpot juga bisa menyebabkan polusi udara yang semakin meningkat. Oleh karna itu, mari kita tidak mengganti knalpot sembarangan.

Mengubah Ukuran Velg dan Menggunakan Ban Cacing

Aturan yang terakhir yang harus kalian ketahui sebelum memodifikasi kendaraan kalian adalah menghindari penggunaan ban cacing dan mengubah ukuran velg. Tetapi, hal ini hal ini berlaku untuk sepedah motor saja. Memodifikasi seperti ini jelas melanggar Undang-Undang, karena ban cacing tidak sesuai dengan standar pabrik serta dapat membahayakan keselamatan pengendara.

Hukum Yang Diberikan Kepada Orang yang Melanggar Ketentuan Modifikasi Motor dan Mobil

Pihak yang melanggar peraturan dapat dikenakan sanksi berupa penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak RP 24 juta seperti yang tercantum pada Pasal 277 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *